Dengan mengucap basmallah,kepersembahkan tulisan ini untuk seorang yang aku sangat cintai yaitu Ibuku. Aku sejak kecil memang tak pernah merasakan arti kasih sayang seorang Ibu dimana aku bisa mengadu dan berkeluh kesah hingga usiaku sekarang. Sejak usiaku 8 bulan aku dititipkan pada nenek dan kakeku,hingga usiaku SMP aku baru mengenal kedua orang tuaku. Itupun tak lama hanya beberapa hari karena mereka harus mengurus adik adiku yang cukup banyak dan masih kecil kecil.
Aku lebih memilih dengan nenek dan kakeku yang sudah lanjut usia,dan sering sakit hingga aku harus mulai mandiri.Karena keadaan ekonomi yang pas pasan hingga aku harus turut pula membantu keluarga.Setiap pulang sekolah aku harus bisa mengurus mereka meski aku jadi pesuruh para tetangga hanya untuk mendapatkan bekal sekolah dan untuk membiayai sekolah di SMP favorit.bersyukur pula bisa masuk SMP favorit dengan nilai nilaku yang terbaik meski aku sering sakit bila dibanding keadaan mereka jauh lebih sejahtera. Rasa sakit itu masih bisa tertahan karean aku harus bisa lupakan itu dan yang terpenting adalah bagaimana kau bisa menjadi yang terbaik untuk bekalku kelak.
Hingga aku SLTA, aku masih tetap harus berjuang sendiri apalagi kakekku telah wafat dan ini merupakan cambuk bagiku untuk bisa jauh lebih mandiri hingga aku bekerja sambil sekolah untuk membiayai sekolahku. Saat itu masuk disebuah perusahan konfeksi hingga aku bekerja paruh waktu sebagai designer graffis. Tentunya hal itu tidaklah mudah,tapi berkat kejujuran dan keuletan akhirnya aku mendapatkan gaji yang pantas.Sehingga aku bisa mencukupi kebutuhan sekolah dan menghidupi nenekku.
Kuakui,hubungan dengan kedua orangtuaku sangat jauh,karena keadaan lokasi dan ekonomi yang menjadi keadaan seperti itu.Meski berkirim suratpun jarang dibalas aku masih tetap menghargai beliau.Kadang aku berfikir,siapakah aku ? Anak siapakah aku? Bagiku yang penting adalah bagaimana aku terlepas dari kemiskinan, dan aku bisa melanjutkan sekolahku.
Hingga aku bekerja dan berkeluarga,aku selalu meminta do'a restu dari mereka tapi saat pernikahanku mereka tak hadir juga,hingga anak anakku juga lahir meteka tak pernah hadir.Ini memang sakit dan sering kubertanya dalam fikiranku.Yaa Robb doasa apakah yang aku lakukan hingga aku seperti ini? padahal saat Ibuku sakit dan perlu perawatan aku yang turut membayar biaya perawatan karena aku anak sulungnya.
Terlepas dari pertanyaan itu aku tetap bahwa itu adalah Ibuku yang patut aku hormati. Hingga aku bisa mendapatkan apa yang kumau saat ini aku memohon pada Ibuku untuk tinggal dirumahku, tapi beliau tak mau dan menolak.
Yaa Robb,dosa apa yang aku lakukan hingga Ibuku seperti itu? melalui tulisan ini aku berharap masih bisa merasakan arti kasih sayang Ibu dan aku masih ingin merasakan belaian kasih sayang ibu,yang tak pernah kurasakan...aku rindu pelukanmu dimana aku mengadu..tempat aku berkeluh...Aku selalu ingin mendengar tutur katamu yang bisa berikan kedamaian....
Ohh..Ibu aku sangat menghormatimu...aku menyayangimu.....tak sebanding pegorbananmu saat aku masih dalam kandunganmu. Yaa Robb...maafkanlah atas segala dosa dan khilafku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar